Time's MONEY !!!

Jumat, 13 April 2012

TUGAS 6


MEMPENGARUHI INVESTASI DI INDONESIA DAN
IMPLIKASI KEBIJAKANNYA

Investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam sebuah perekonomian.Ada beberapa hal yang memengaruhi investasi, yaitu suku bunga, PDRB, utilitas, birokrasi, kualitas SDM, regulasi, stabilitas politik dan keamanan serta faktor sosial budaya. Hal ini menimbulkan implikasi kebijakan, yaitu penurunan suku bunga, kebijakan fiskal, perbaikan sarana dan prasarana, perbaikan birokrasi pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia,pelonggaran regulasi, kebijakan untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan, penguatan budaya lokal.

A.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi investasi,yaitu :

Pertama, suku bunga

Suku bunga merupakan factor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

Faktor kedua

pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota. Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi. Ketiga, kondisi sarana dan prasarana. Investasi membutuhkan sarana dan prasarana pendukung. Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, pembuangan limbah.

Faktor ketiga

kemajuan teknologi meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

Faktor keempat
Pengaruh Tingkat Inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
Faktor kelima
Pengaruh Insfrastruktur Seperti dilakukan banyak negara di dunia, pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.


Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Struktur Ekonomi

Subandi, dalam bukunya Sistem Ekonomi Indonesia, menulis bahwa factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum, adalah:
1.       factor produksi
2.      factor investasi
3.      factor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
4.      factor kebijakan moneter dan inflasi
5.      factor keuangan negara

Sedangkan Tambunan, dalam bukunya Perekonomian Indonesia, menulis bahwa di dalam teoti-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari factor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku, enterpreneurship dan energi.  Akan tetapi, factor penentu tersebut untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek.

Dengan kata  lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, sama atau lebih buruk dari tahun 2000 lebih ditentukan oleh factor-faktor yang sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke dalam factor internal dan eksternal.
Factor eksternal didominasi oleh factor-faktor ekonomi, seperti perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi kawasan atau dunia.

1.       Faktor-faktor Internal

a.      Factor ekonomi, antara lain:
        · Buruknya fundamental ekonomi nasional
        · Cadangan devisa
        · Hutang luar negeri dan ketergantungan impor
        · Sector perbankan dan riil
        · Pengeluaran konsumsi

b.      Faktor non ekonomi, antara lain:
        · Kondisi politik, social dan keamanan
        · PMA dan PMDN
        · Pelarian modal ke luar negeri
        · Nilai tukar rupiah

2.      Faktor-faktor Eksternal
· Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia

Sumber:
*Artikel Fakultas Ekonomi Diponoegoro SEMARANG-INDO
*Yoga_deria.blogspot.com 

TUGAS 5


Masalah Kemiskinan di Indonesia

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.

Masalah Kemiskinan juga dianggap sebagai salah satu hal yang menghambat proses pembangunan sebuah negara.Salah satunya adalah Indonesia.Angka kemiskinan yang terjadi pada saat ini cukup  meningkat di masyarakat dan masih cukup tinggi.

Gambaran berbagai pemahaman atas kemiskinana,sebagai berikut:

·       1.  Gambaran Kekurangan Materi
  Mencakup kebutuhhan Sehari-hari ,seperti kebutuhan pangan, sandang, papan dan pelayanan     kesehatan

·        2. Gambaran Kebutuhan Sosial 
   Keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.  Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.

·       3.  Gambaran Kekurangan Pengahasilan
Kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan,pemerintah meemiliki peran yang besar.Namun,dalam kenyataanya program yang dijalankan oelh pemerintah belum mampu menyentuh pokok yang menimbulkan masalah kemiskinan tesebut.

Ada beberapa Program pemerintah yang sudah dijalankan untuk mengatasi masalah kemiskinan ini,sebagai berikut :

·        - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merupakan konpensasi yang diberikan setelah selesai penghapusan subsidi minyak tanah.

·         - Program konversi bahan bakar gas.

·         -Pelaksanaan bantuan dibidang kesehatan yaitu jaminan kesehatan masyarakat atau Jamkemnas

A.Langkah Mengatasi Kemiskinan 

Pemerintah perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih dalam rangka menyelesaikan masalah kemiskinan.Beberapa langkah yang bias dilakukan,diantaranya adalah:
  1. Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja ,sehigga mengurangi pengangguran.
  2. Memberikan subsidi pada kebutuhan pokok manusia ,sehinggasetiap masyarakat bias menikmati makanan yang berkualitas
  3. Memberantas segala bentuk KKN 
  4.  Menggalakkan Program Zakat
  5. Percayakan produk-produk dalam negri dan dinomrsatukan dalam pemakaiannya
  6. Pendidikan makin lebih dimajukan
  7. Rajin membayar pajak dengan kesadaran dari diri masing-masing
Sumber:
-Warta Warga UG
-Waspada Online
-Artikel Rita

TUGAS 4


PEMBIAYAAN SEKTOR MAKRO DAN PEMBIAYAAN CORPORATE

A.Tentang Pendapat
Indonesia mempunyai banyak pengalaman mengembangkan sistem pembiayaan dengan pola manajemen dari bawah (grass root) atau lebih dikenal sebagai Pembiayaan Mikro.Sistem ini lahir dan merupakan bagian dari sistem sosial-kultural masyarakat. Sistem ini bersifat mandiri dan mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat. Bentuk konkrit penerapan sistem ini diantaranya pola arisan atau gotong royong.Dalam Pembiayaan Usaha Sector Mikro Menengah berbagai bank akan melakukan suatu pembiayaan untuk masyarakat kecil yang berani membuka peluang suatu usaha ataupun mengembangkan usahanya untuk  mewujudkan perkonomian yang lebih baik untuk kelangsungan suatu usahanya.Maka,pada saat itu sejumlah bank yang akan memberikan pembiayaannya akan melakukan suatu permbiayaan secara bertahap dan berstruktur agar kelangsungan usaha tersebut bisa tercapai secara maksimal.
Sedangkan,Pembiayaan Corporate seperti Corporate Banking,dimana dana suatu bank tersebut akan dicairkan untuk suatu pembiayaan khusus modal usaha kerja yang akan dilakasanakan seorang nasabah dan keuntungan dari usaha tersebut akan dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.

B.Pembiayaan yang Menguntungkan
Sistem pembiayaan mikro secara sepintas terkesan kurang profesional, memiliki cakupan sempit dan hanya berpusat pada layanan dalam skala sangat sempit.Kesan seperti ini tidak terlalu keliru. Keberadaan sistem pembiayaan mikro justru ditopang oleh faktor sosial-kultural yang berintegrasi dengan pertimbangan komersial, menciptakan bangun sistem pembiayaan yang mengakar dan memiliki daya tahan kuat yang tidak selalu ditemukan pada sistem pembiayaan formal.Konsep dasar membangun lembaga keuangan mikro, semakin diperluas dalam berbagai program atau proyek-proyek dukungan keuangan. Salah satu diantaranya adalah program kredit candak kulak (KCK) menempatkan Tempat Pelayanan Simpan Pinjam (TPSP) menjadi pusat pelayanan permodalan anggotanya.  TPSP berada di satu desa, secara fisik dekat dengan nasabah sehingga benar-benar memberikan kemudahan, kecepatan pelayanan dan kemudahan dalam pengawasan. Keberadaan dan kinerja berbagai lembaga pembiayaan grass root merupakan pengalaman berharga. Ragam dan jumlah lembaga pembiayaan grass root yang pernah dan masih ada sekarang ini adalah sangat besar. Semua ini menandakan bahwa sistem pembiayaan mikro dapat diterima dan cocok sebagai alternatif pembiayaan UKMK. 

C.Tantangan dari Pembiayaan
Tantangannya tidak terlalu sulit,hanya harus mempunyai tekad yang benar-banar akan melaksanakan suatu usaha tersebut,dan dalam akan dicantumkan berbagai prosedur seperti,berikut:


Persyaratan Pembiayaan 
  1. Identitas Suami dan Istri
  2. Fotocopy Kk dan Surat Nikah
  3. Fotocopy Rekening Bank
  4. Fotocopy Legalitas Usaha
  5. Laporan Keuangan Usaha