Time's MONEY !!!

Jumat, 13 April 2012

TUGAS 6


MEMPENGARUHI INVESTASI DI INDONESIA DAN
IMPLIKASI KEBIJAKANNYA

Investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam sebuah perekonomian.Ada beberapa hal yang memengaruhi investasi, yaitu suku bunga, PDRB, utilitas, birokrasi, kualitas SDM, regulasi, stabilitas politik dan keamanan serta faktor sosial budaya. Hal ini menimbulkan implikasi kebijakan, yaitu penurunan suku bunga, kebijakan fiskal, perbaikan sarana dan prasarana, perbaikan birokrasi pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia,pelonggaran regulasi, kebijakan untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan, penguatan budaya lokal.

A.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi investasi,yaitu :

Pertama, suku bunga

Suku bunga merupakan factor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

Faktor kedua

pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota. Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi. Ketiga, kondisi sarana dan prasarana. Investasi membutuhkan sarana dan prasarana pendukung. Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, pembuangan limbah.

Faktor ketiga

kemajuan teknologi meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

Faktor keempat
Pengaruh Tingkat Inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
Faktor kelima
Pengaruh Insfrastruktur Seperti dilakukan banyak negara di dunia, pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.


Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Struktur Ekonomi

Subandi, dalam bukunya Sistem Ekonomi Indonesia, menulis bahwa factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum, adalah:
1.       factor produksi
2.      factor investasi
3.      factor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
4.      factor kebijakan moneter dan inflasi
5.      factor keuangan negara

Sedangkan Tambunan, dalam bukunya Perekonomian Indonesia, menulis bahwa di dalam teoti-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari factor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku, enterpreneurship dan energi.  Akan tetapi, factor penentu tersebut untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek.

Dengan kata  lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, sama atau lebih buruk dari tahun 2000 lebih ditentukan oleh factor-faktor yang sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke dalam factor internal dan eksternal.
Factor eksternal didominasi oleh factor-faktor ekonomi, seperti perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi kawasan atau dunia.

1.       Faktor-faktor Internal

a.      Factor ekonomi, antara lain:
        · Buruknya fundamental ekonomi nasional
        · Cadangan devisa
        · Hutang luar negeri dan ketergantungan impor
        · Sector perbankan dan riil
        · Pengeluaran konsumsi

b.      Faktor non ekonomi, antara lain:
        · Kondisi politik, social dan keamanan
        · PMA dan PMDN
        · Pelarian modal ke luar negeri
        · Nilai tukar rupiah

2.      Faktor-faktor Eksternal
· Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia

Sumber:
*Artikel Fakultas Ekonomi Diponoegoro SEMARANG-INDO
*Yoga_deria.blogspot.com 

TUGAS 5


Masalah Kemiskinan di Indonesia

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.

Masalah Kemiskinan juga dianggap sebagai salah satu hal yang menghambat proses pembangunan sebuah negara.Salah satunya adalah Indonesia.Angka kemiskinan yang terjadi pada saat ini cukup  meningkat di masyarakat dan masih cukup tinggi.

Gambaran berbagai pemahaman atas kemiskinana,sebagai berikut:

·       1.  Gambaran Kekurangan Materi
  Mencakup kebutuhhan Sehari-hari ,seperti kebutuhan pangan, sandang, papan dan pelayanan     kesehatan

·        2. Gambaran Kebutuhan Sosial 
   Keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.  Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.

·       3.  Gambaran Kekurangan Pengahasilan
Kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan,pemerintah meemiliki peran yang besar.Namun,dalam kenyataanya program yang dijalankan oelh pemerintah belum mampu menyentuh pokok yang menimbulkan masalah kemiskinan tesebut.

Ada beberapa Program pemerintah yang sudah dijalankan untuk mengatasi masalah kemiskinan ini,sebagai berikut :

·        - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merupakan konpensasi yang diberikan setelah selesai penghapusan subsidi minyak tanah.

·         - Program konversi bahan bakar gas.

·         -Pelaksanaan bantuan dibidang kesehatan yaitu jaminan kesehatan masyarakat atau Jamkemnas

A.Langkah Mengatasi Kemiskinan 

Pemerintah perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih dalam rangka menyelesaikan masalah kemiskinan.Beberapa langkah yang bias dilakukan,diantaranya adalah:
  1. Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja ,sehigga mengurangi pengangguran.
  2. Memberikan subsidi pada kebutuhan pokok manusia ,sehinggasetiap masyarakat bias menikmati makanan yang berkualitas
  3. Memberantas segala bentuk KKN 
  4.  Menggalakkan Program Zakat
  5. Percayakan produk-produk dalam negri dan dinomrsatukan dalam pemakaiannya
  6. Pendidikan makin lebih dimajukan
  7. Rajin membayar pajak dengan kesadaran dari diri masing-masing
Sumber:
-Warta Warga UG
-Waspada Online
-Artikel Rita

TUGAS 4


PEMBIAYAAN SEKTOR MAKRO DAN PEMBIAYAAN CORPORATE

A.Tentang Pendapat
Indonesia mempunyai banyak pengalaman mengembangkan sistem pembiayaan dengan pola manajemen dari bawah (grass root) atau lebih dikenal sebagai Pembiayaan Mikro.Sistem ini lahir dan merupakan bagian dari sistem sosial-kultural masyarakat. Sistem ini bersifat mandiri dan mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat. Bentuk konkrit penerapan sistem ini diantaranya pola arisan atau gotong royong.Dalam Pembiayaan Usaha Sector Mikro Menengah berbagai bank akan melakukan suatu pembiayaan untuk masyarakat kecil yang berani membuka peluang suatu usaha ataupun mengembangkan usahanya untuk  mewujudkan perkonomian yang lebih baik untuk kelangsungan suatu usahanya.Maka,pada saat itu sejumlah bank yang akan memberikan pembiayaannya akan melakukan suatu permbiayaan secara bertahap dan berstruktur agar kelangsungan usaha tersebut bisa tercapai secara maksimal.
Sedangkan,Pembiayaan Corporate seperti Corporate Banking,dimana dana suatu bank tersebut akan dicairkan untuk suatu pembiayaan khusus modal usaha kerja yang akan dilakasanakan seorang nasabah dan keuntungan dari usaha tersebut akan dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.

B.Pembiayaan yang Menguntungkan
Sistem pembiayaan mikro secara sepintas terkesan kurang profesional, memiliki cakupan sempit dan hanya berpusat pada layanan dalam skala sangat sempit.Kesan seperti ini tidak terlalu keliru. Keberadaan sistem pembiayaan mikro justru ditopang oleh faktor sosial-kultural yang berintegrasi dengan pertimbangan komersial, menciptakan bangun sistem pembiayaan yang mengakar dan memiliki daya tahan kuat yang tidak selalu ditemukan pada sistem pembiayaan formal.Konsep dasar membangun lembaga keuangan mikro, semakin diperluas dalam berbagai program atau proyek-proyek dukungan keuangan. Salah satu diantaranya adalah program kredit candak kulak (KCK) menempatkan Tempat Pelayanan Simpan Pinjam (TPSP) menjadi pusat pelayanan permodalan anggotanya.  TPSP berada di satu desa, secara fisik dekat dengan nasabah sehingga benar-benar memberikan kemudahan, kecepatan pelayanan dan kemudahan dalam pengawasan. Keberadaan dan kinerja berbagai lembaga pembiayaan grass root merupakan pengalaman berharga. Ragam dan jumlah lembaga pembiayaan grass root yang pernah dan masih ada sekarang ini adalah sangat besar. Semua ini menandakan bahwa sistem pembiayaan mikro dapat diterima dan cocok sebagai alternatif pembiayaan UKMK. 

C.Tantangan dari Pembiayaan
Tantangannya tidak terlalu sulit,hanya harus mempunyai tekad yang benar-banar akan melaksanakan suatu usaha tersebut,dan dalam akan dicantumkan berbagai prosedur seperti,berikut:


Persyaratan Pembiayaan 
  1. Identitas Suami dan Istri
  2. Fotocopy Kk dan Surat Nikah
  3. Fotocopy Rekening Bank
  4. Fotocopy Legalitas Usaha
  5. Laporan Keuangan Usaha

Rabu, 28 Maret 2012

Tugas III

PENGANGGURAN



Pembahasan I


A. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia


Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung.
Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.

B. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP)

Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda, maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak.
Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran.
Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perwakilan pengusaha, perwakilan perguruan tinggi, menandatangani deklarasi tersebut, merekaadalah Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal; Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Zulkarnaen Karim; Palgunadi; T. Setyawan,ABAC; pengusaha; DR. J.P. Sitanggang, UPN Veteran Jakarta; Bambang Ismawan, Bina Swadaya, LSM; mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa.
Menurut para deklarator tersebut, bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah, serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran.
Dalam deklarasi itu ditegaskan, bahwa untuk itu, sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja.
Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut, menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan, utamanya upaya penanggulangan pengangguran. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua, pihak pemerintah baik pusat maupun daerah, dunia usaha, maupun dunia pendidikan. Oleh karena itu, dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak, baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya.
Konsepsi.
Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu, Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia, meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran; keadaan angkatan kerja; dan keadaan kesempatan kerja; serta sasaran yang akan dicapai. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan.
Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan, bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: "... untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa ...". Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". Hal ini berarti, bahwa secara konstitusional, pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup, produktif dan remuneratif. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan, serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran.
Selanjutnya Menakertrans menyatakan, Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri, dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja); dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran, disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas, antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII; masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat", tutur Menteri Jacob Nuwa Wea.


C. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia

Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia.
Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya.
Bekerja berarti memiliki produksi. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Karena itu, apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional, komprehensif, integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Sebagai solusi pengangguran, berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut.
Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional.
Untuk itu diperlukan dua kebijakan, yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran, antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral), fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet, hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya.



Nama Kelompok :
  1. Nurul Sarah  (25211221)
  2. Novi Budi Kusuma Ningrum (25211409)
  3. Nurty Sari Ward Neza (25211379)
  4. Resty Puji Riati (26211010)
  5. Eva Beatrice Sitanggang (28211793) 


 

Jumat, 02 Maret 2012

Story about " 1EB13 dan Ibu Eva Karla "

Nada dering hape nokia gua berbunyi dari sudut kasur gua, gua raih tuh hape tersebut dan langsung gua lihat ternyata Panggilan dari Mr.edward ( my big bos) dan dengan tidak menunggu lama lagi , gua angkat dan dengan sebutan Ass pa.

Berbincang-bincang dengan papa , adik gua zidan dan ibu gua melalui telfon genggam ,sangatlah senang dan sedikit mengurangi kerinduan gua terhadap mereka , maklum lah gua anak rantauan dan jauh dari kedua orang tua gua dikarenakan gua menuntut ilmu di jakarta tepatnya di Universitas Gunadarma-Depok .

Disini gua nge-kos , kosan gua terletak tidak jauh dari kampus , alhamdulillah gua mempunyai ibu dan bapak kosan yang baik ,jadi gua merasa nyaman nge-kos disini,

Di semester dua ini , gua mendapat jadwal kebanyakan dikampus D (Depok-Margonda).Hanya dengan satu kali naik angkot gua sudah sampai dikampus.Selalu dan selalu gua nikmati perjalanan gua menuju kekampus baik suka dan duka.Di semester dua ini juga , gua lebih semangat lagi belajar , karena di semester satu nilai gua amat sangatlah jauh dari angka maksimal.

Kalau sudah tiba dikampus itu , bawaaanya senang dan pingin ketawa , yaiyalah kan bisa ketemu senior-senior yang cakep-cakep hihi.Tapi,yang selalu bisa bikin ketawa gua tidak berhenti adalah saat gua masuki ruangan kelas yang heboh asik dan kompak yaitu  kelas 1EB13 , yang dimana itu adalah kelas gua,

Anaknya banyak yang bening-bening mulai dari sofi , rere , sarah , novi , ika pearce , eva, dwi, nengpopi, tya, dewi.Bukan yang bening aja yg cakep juga ada seperti om tege , adit , iki , jaka yg dicengin ama novi , yoga yg dicengin ama eva , boby yg dicengin ama " ehm " ,irwan yang dicengin ama fenti dan yang pinter juga ada ,mulai dari sebastian , annisa cibi-cibi, ninis imut , mistin ,ira sang penyabar , yohana , desi ,amel dan yang kocak juga ada ya tebak la klo ga ni orang ga bakalan rame ni kelas contohnya si gendut yudha , si dio tambun , apid si cyiiin ,aji cellybell bisa ngakak ga berhenti-henti.Yang sering gua jadiin lucu2an  juga ada ,tuh tuh si melda, tiara dan owi jkt48,  bimo messi , fahli , afis, ade fajar ,yang tukang gombal juga ada tuh si aki-aki faruq tiap hari ngegombalin anak kelas mulu , tapi gua heran kenapa gombalan dia belum nyangkut dihati para awewek kelas.
yang sering gua pancing emosinya juga ada tuh si diah ,eva feb , sherly, gita ,ocyn uyul , virni tapi klo virni mah ketawa mulu ,heran gua.
pasangan yang terpopuler juga ada,ala 1EB13 :
  1. adit ama sofi (udah END)
  2. iki ama rere  (udah BERAKHIR)
  3. Fenti ama Irwan (udah ga tau kemana)
  4. Duo Dika (alhamdulillah anteng2 aja)
  5. Owi dan Nengpopi (nah pasangan yang terhot sepanjang semester dua kayanya )


Intinya gua senang udah nemu temen kelas kaya mereka , gua ngomong kaya gini karna mungkin pas semester 3 entar, gua belumtau  bakalan dapat temen kaya mereka apa enggak , dan gua berharap kita tetep kompak dan ga sombong satu sama lain.
Satu lagi , wali kelas gua yang paling gokil , asik , care ama anak-anak 1eb13 ,dan top banget dah ,yaitu Ibu.Eva Karla (dosen manajemen merangkap wali kelas kami) Big thanks buat ibu bu , kami semua sayang sama ibu , yang ga bakalan gua lupain ni kelas , kelas pertama dimana gua nginjak bangku kuliah .



1EB13 dan Ibu.Eva Karla

Rabu, 29 Februari 2012

Sofi Bornday

Pagi ini tepat tanggal 1 maret tepatnya hari kamis dan lebih tepat lagi ini awal bulan ,wuaaaaaaaaa seneng nya.Sangking senengnya gua telat shalat subuh (maafin neza ya ya ALLAH) ,setelah itu gua bukak horden jendela gua dan ternyata hujan pemirsah ,gua lanjut ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas pagi (cucimuka,gosokgigi,dll),dan akhirnya gua duduk didepan laptop gua ,gua check TL ,Tl gua banyak yang ngucapin selamat ulangtahun ,sekali gua lihat ternyata soib gua nan cantik dan pintar ini ulang tahun ini ulangtahun ,dan gua belum sama sekali ngucapin.

Gua pun ngucapin gini pada soib gua " sof, gua kali ya yg telat ngucapinnya ke lo sof , but long life and long last buat temen cantik gua ini #pelukciumMESRA "

Setelah gua ngucapin ,gua cepet2 keluar dari kosan ,difikiran gua "pokoknya gua harus buat sofi tersenyum bahagia pagi ini "

Oke,gua ketemu pak H.Supangat (yg punya kosan) pas gua nyarik suprise buat sofi (berbincang2 ujungnya gua sama pak haji)

Sudah siap berbincang dikit ,gua langsung ke warteg ,gua tata tu nasi nya dengan bagus lauknya urap sambel ayam dada kesukaan sofi dan tempe . setelah itu gua lanjut ke warung buat beli lilin ,etdah ternyata ga ada lilin ultah nya ,yang ada lilin yg serebuan yang putih ,oke gua punya ide dari pada ga ada lilin, gua potong tu lilin .

Singkat cerita ,gua udah nyampe di depan pintu kamar kosan sofi, gua ketok pintunya ,dan gua nyanyiin lagu ultah,gua ama sofi sempet berkaca2 sih ,langsung la sofi meluk gua .

Hanya itu yang bisa gua berikan buat soib gua yang satu ini,long life ya cantik dan longlast ama Oqi #pelukciumMESRA dari gua :*{} :)









Perekonomian Indonesia


Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk menempatkan sumber daya yang diperolehnya baik kepada individu maupun perusahaan ataupun organisasi di negara tersebut.Sistem perekonomian terdapat aturan-aturan dalam mengatur dan mengendalikan perekonomian tersebut sehingga mencapai hasil yang maksimal dan yang diharapkan .Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap negara sangatlah berbeda-beda ,ada yang liberal,kapitalis, sosialis ,pancasila,demokrasi sehingga tergantung idealis yang dianut oleh masin-masing negara tersebut.

Ideologi dalam Sistem Ekonomi :
  1. Liberalisme adalah sebuah ideologi dengan berpandangan bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang paling utama.
  2. Kapitalisme adalah suatu pemahaman yang dimana pemilik modal bisa melakukan suatu usaha dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya,sehingga pemerintah tidak dapat ikut campur
  3. Sosialisme adalah suatu paham yang menghendaki segala sesuatu yang sudah diatur dan menikmati suatu kebersamaan dengan kebersamaan
  4. Demokrasi adalah suatu bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
  5. Pancasila adalah  Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia

A.     Sistem Perekonomian Indonesia

Banyak pembahasan populer pada perekonomian yang terjadi di Indonesia pada saat,sebagai berikut :
  • Pasca Kemerdakaan Indonesia
 Pada Akhir kududukan jepang dan pada saat itulah berdirnya negara republik Indonesia dan perekonomian pun menjadi sangat buruk dan kacau dengan beredarnya mata uang Jepang yang tidak terkendali.
Bukan hanya itu saja ,dengan adanya blokade ekonomi oleh Belanda terhadap Indonesia yang menutup pintu keluar-masuk perdagangan RI juga menyebabkan barang-barang tidak dapat di ekspor sehingga barang-barang ekspor tersebut dibumi hanguskan.
Pada saat itu kas negara Indonesia terjadi kekosongan dikarenakan pajak dan bea masuk sangat berkurang,sehingga pendapatan pemerintah tidak sebanding dengan pengeluarannya.

Akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan ,salah satunya :

a.Diplomasi Beras ke India
b.Mengadakan Hubungan Dagang Langsung Keluar Negri
c.Pinjaman Nasional kepada Rakyat
dMengadakan Konferensi Ekomomi
e.Pembentukan Planning Board
f.Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang 
g.Kasimo Plan
h.Persatuan Tenaga Ekonomi

  • Pemerintahan Orde Baru 
Orde Baru adalah sebutan bagi Presiden Soeharto yang menjabat sebagai Presiden pada masa itu.Pada masa itu soeharto sangat berusaha untuk meperbaiki perekonomian negara Republik Indonesia. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.

 Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi, keuangan dan pembangunan. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut:
  1.  Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan
  2.  Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
  3.  Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.
 Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.

Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Pelita VI pun kandas di tengah jalan.Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela, Pembagunan yang dilakukan, hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat, tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh.Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. Perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan, antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam.Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau, Kalimantan Timur, dan Irian. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997 membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya.
Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya.

  •  Pemerintahan Transisi
 Pada masa krisis ekonomi,ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie.Pada bulan Mei tahun 1997 nilai tukar thai ke menjadi dollar AS nenyebabkan kenaikan yang signifikan ,hingga terkena dampak nya terhadap nilai rupiah Indonesia.

  • Pemerintahan Reformasi 
BADAI krisis yang melanda Indonesia sejak akhir tahun 1997 yang lalu merupakan malapetaka nasional yang sangat sulit untuk diatasi. Mulai dari krisis moneter yang berkembang menjadi krisis ekonomi, sampai kepada implikasinya yang berupa krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan berujungpada krisis politik. Krisis demi krisis tersebut timbul sebagai akibat berantai dari keberhasilan semua peran rezim orde baru dalam mengantarkan Bangsa Indonesia mencapai cita-cita kemerdekaan di berbagai aspek kehidupan. Keberhasilan pembangunan ekonomi dan politik yang dibanggakan selama ini hanyalah merupakan keberhasilan semu yang tidak memiliki fondasi yang kuat untuk keberkelanjutannya. Kebanggaan atas perkembangan ekonomi Indonesia yang selama dekade yang lalu mencapai rata-rata 7% per tahun, ternyata tidak mampu bertahan oleh serangan badai krisis.
Krisis moneter yang terjadi telah menolak hipotesis bahwa sistem meneter Indonesia adalah kuat dan berdiri di atas parameter ekonomi makro yang sehat. Krisis ekonomi telah menolak hipotesis bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat dan memikul beban pertumbuhan yang tinggi disertai dengan pemerataan yang seimbang. Pada kenyataannya, diperkirakan 80% kegiatan ekonomi Indonesia hanya dinikmati oleh 17-20% penduduk Indonesia, suatu kenyataan yang sangat rawan bagi kestabilan nasional yang telah dibangun oleh rejim orde baru.
Timbulnya krisis kepercayaan terhadap pemerintah, telah menolak hipotesis mengenai legitimasi hati nurani rakyat terhadap rejim orde baru. Rakyat Indonesia, bukan lagi rakyat dengan pikiran mayoritas tahun 60-an, tetapi rakyat dengan pikiran mayoritas abad ke-21, dimana kemerdekaan dari berbagai aspek kehidupan menjadi pegangan dalam berpikir dan bertindak. Begitu juga, timbulnya krisis politik, yang memuncak pada suksesi kepemimpinan nasional, telah menolak hipotesis legalitas proses dan hasil-hasil pesta demokrasi dan sidang umum MPR yang lalu. Penolakan hipotesis-hipotesis tersebut telah mengecewakan berbagai pihak yang selama ini terlanjur yakin bahwa hipotesis-hipotesis tersebut pasti akan diterima. Alasan keyakinan akan diterimanya hipotesis-hipotesis tersebut seolah-olah mempunyai dasar yang kuat, karena data dan informasi yang ada selama ini cukup kuat untuk mendukung keyakinan tersebut. Namun demikian, akar masalahnya bukan pada ketersediaan dan kecukupan data dan informasi, tetapi terletak pada keabsahan data dan informasi tersebut, yang bersumber dari keabsahan, kebenaran, ketepatan proses dan hasilnya, serta kejujuran dalam penyajiannya.
Pembangunan di era Reformasi ini merupakan suatu bentuk perbaikan di segala bidang sehingga belum menemukan suatu arah yang jelas. Pembangunan masih tarik menarik mana yang harus didahulukan. Namun setidaknya reformasi telah membawa Indonesia untuk menjadi lebih baik dalam merubah nasibnya tanpa harus semakin terjerumus dalam kebobrokan moral manusia-manusia sebelumnya. 

  • Pemerintahan Gotong Royong 
Kabinet Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Presiden RI kelima Megawati Sukarnoputri (2001-2004). Kabinet ini dilantik pada tahun 2001 dan masa baktinya berakhir pada tahun 2004.
kabinet gotong royong melakukan terobosan dimana masyarakat bergerak sendiri (gerakan dari bawah) dimana masyakat mengenal ada suatu usaha yang perlu dilakukan untuk mencapai kesejahteraan bersama dan mereka melakukan gerakan grass-root secara sukarela. Contoh kecilnya barangkali dalam hal dukungan dana bencana alam. MAsing-masing dengan sukarela menyumbang agar penderita dapat tertolong. Konsep ini bisa diubah menjadi konsep “corporate/profit seeking” dimana setiap orang membayar uang premi secara rutin agar pihak yang menderita bisa ditolong lewat uang premi yang terkumpul. Konsep ini sedang diupayakan Obama untuk memperbaiki sistem kesehatan Amerika.
Tentu saja sistem-sistem ini bisa memiliki ‘bug’ atau kelemahan. Misalnya saja dalam menyalurkan dana donasi bantuan bencana, siapa yang bisa dipercaya dan
kompeten untuk mengalokasikan dana bantuan tersebut. Dalam sistem asuransi pun, prinsip gotong-royong ini juga punya masalah karena ternyata insentif profit
membuat perusahaan asuransi sering mangkir dan mencari-cari alasan teknis agar mereka tidak usah membayarkannya.
Jadi konsep asal gotong-royong pun secara konseptual dasarnya adalah juga dipraktikkan di luar negeri, walaupun detil-detil yang memotivasi masyarakat
untuk ikut serta bisa berbeda-beda. DI Indonesia kerekatan sosial adalah sumber kekuatan gotong-royong, maka bila kita rasakan bahwa tetangga dan masing-masing
pekerja semakin mengarah ke masyarakat urban yang lebih individual, maka kekuatan gotong-royong menjadi semakin lemah dan tidak bisa lagi diharapkan
untuk menjadi sumber peningkatan kesejahteraan umum. Tentang bagaimana perilaku sosial masyarakat bisa direkatkan kembali, tentu bukan bidang ilmu ekonomi tapi lebih merupakan bidang ilmu sosiologi.

  • Pemerintahan Indonesia Bersatu
  Pada masa pemerintahan Indonesia bersatu yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono saat ini dapat membuat perubahan dikit demi sedikit menjadi lebih baik, dari adanya pendidikan gratis, jamkesmas, dan lain-lain. Namun banyaknya masalah di Indonesia, membuat pemerintah turun tangan. Seperti masalah ancaman inflasi di Indonesia, harga-harga naik karena Bulog terlambat membeli beras petani, meski stok beras di gudang mulai menipis. menyebabkan harga beras menjadi mahal karena suplainya rendah. namun pemerintah tetap berusaha agar persediaan Bulog (CBB) cukup untuk mengoptimalkan fungsi bulog dalam menstabilkan harga. Dan seiring dengan kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah lebih aktif dengan merencanakan pengurangan penggunaan subsidi BBM pada kendaraan pribadi. Inflastruktur masih kurang seperti pemasokan listrik yang belum merata keseluruh masyarakat Indonesia. Masalah Gayus, Bank century yang belum selesai masalahnya membuat pemerintah turun tangan.
 
   Kabinet Indonesia Bersatu adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada tahun 2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.

   Kabinet baru mencerminakan harapan baru. Sebagaiman diketahui bersama bahwa SBY dalam notulensinya selalu mengatakan akan membentuk kabinet yang ahli (zaken) dengan kompetensi, kredibilitas, serta loyalitas para menterinya bukan hanya kepada kepala negara, terlebih kepada rakyat. Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II setidaknya menjadi parameter keberhasilan atau kegagalan SBY di masa pemerintahan yang keduanya karena disitulah orang-orang pilihan SBY berada.
 
   Di banyak kesempatan tahun ini bisa mencapai pertumbuhan 4 sampai 4,5% disebut-sebut 4,3%. Kalau itu bisa kita capai, itu adalah pertumbuhan terbaik dalam arti konstraksi pertumbuhan dari tahun lalu ke tahun ini dan itu angka terbaik pada tingkat dunia. Meskipun kalau dari growth itu sendiri diperkirakan setelah Tiongkok, India baru Indonesia. Perlu komponen pertumbuhan yang harus diketahui adalah konsumsi, konsumsi relatif terjaga. Yang kedua adalah pembelanjaan pemerintah atau government spending. Kebijakan stimulus yang dijalankan dengan pos-pos yang tepat juga mengalir dalam batas tertentu bisa mengurangi dampak krisis global itu. Kemudian ekspor kuartal pertama atau semester pertama barangkali masih mengalami tekanan, harapan kita semester kedua bisa lebih meningkat lagi. Demikian juga investasi, investasi semester pertama mengalami tekanan hanya sekitar 3 sampai 4%, harapannya pada semester kedua bisa naik kembali sehingga total dari pertumbuhan di akhir tahun 2009 ini, dan sekali lagi mencapai 4 sampai 4,5% atau 4,3%. Itu sasaran pemerintah.

   Unsur yang kedua dari makro ekonomi adalah inflasi sendiri, mudah-mudahan relatif terjaga, dan bisa mengelola dengan sesungguh-sungguhnya, terutama barang-barang yang diperlukan oleh rakyat, bahan pokok misalnya. Kalau semuanya berjalan linier, bulan inipun barang kali akan bagus inflasi kita, sehingga Agustus ke depan sampai akhir tahun masih bisa terjaga.

   Yang lain adalah pengangguran, pemerintah daerah yang justru negara lain meledak angka penganggurannya ada yang 9%, 10% atau lebih dari itu termasuk negara-negara maju. Turun dari tahun lalu 9,3% menjadi 8,1%, tentu ini dapat disyukuri meskipun ingin lebih turun lagi di waktu yang akan datang.

   Investasi menjadi sangat-sangat penting. Dan tentunya, dengan upaya bersama, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semua pihak, investasi memang tahun depan diharapkan sungguh mengalir atau diawali juga dengan semester kedua ini. Banyak kondisi yang kondusif untuk meningkatnya investasi itu, karena dengan inflasi yang terjaga mudah-mudah tahun ini bisa mencapai sekitar 4%, satu capaian yang bagus. Dengan inflasi seperti itu, suku bunga diharapkan turun, harapannya menuju ke 6% pada akhir tahun ini. Dan dengan nilai tukar yang relatif stabil, maka 3 kondisi makro seperti itu memungkinkan investasi bisa tumbuh kembali.

   Tiga komponen itulah dari segi pertumbuhan, dari segi inflasi dan pengelolaan pengangguran atau penciptaan lapangan kerja yang menjadi domain dari makro ekonomi. Kalau investasi bergerak, kemungkinan 5 tahun mendatang akan lebih besar lagi skala pengembangan infrastruktur, dengan multi years budgeting, lantas juga irigasi untuk pertanian juga demikian besar-besaran yang dilakukan, kemudian carikan solusinya untuk energi, listrik, termasuk pupuk misalnya. Maka harapan makro ekonomi yang bagus dan terjaga ini lebih lagi meningkatkan ekonomi riil atau sektor riil di waktu yang akan datang.

   APBN sendiri tentunya dengan time frame yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat, dengan pemilihan umum tahun 2009, 1 Oktober kalau tidak salah sudah akan bekerja anggota DPR RI yang baru, tentu sebelumnya sudah harus ada semacam millopen, transisi. Oleh karena itu, pembahasan RAPBN akan lebih cepat, dengan demikian, pada tingkat kami pemerintah akan ada percepatan sampai Presiden mengeluarkan ampres bagi pembahasan RAPBN itu.  


   Semua ini adalah permasalahan ekonomi meskipun ada krisis perekonomian global, kemiskinan  di Indonesia dari tahun lalu sekitar 35 juta menjadi 32,5 juta. Turun 2,5 juta. Tapi tetap masih harus diturunkan lagi secara sungguh-sungguh sehingga tahun demi tahun kemiskinan akan semakin susut. Ini tentu solusinya ya ekonomi yang tumbuh, menciptakan lapangan pekerjaan, ada pekerjaan, ada income. Ada income, kemiskinan turun. Tetapi juga program-program pro rakyat akan terus kita jalankan, seperti beras untuk rakyat miskin, kemudian juga program-program bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain, yang akhirnya bisa mengurangi angka, penghasilan yang dibelanjakan atau spending rakyat. Dan ini saatnya yang paling baik untuk bisa memantapkan, merumuskan lagi kebijakan subsidi secara menyeluruh, agar tepat. Kita sepakat bahwa subsidi yang salah sasaran akan dihentikan, tapi subsidi yang betul-betul memberikan proteksi pada rakyat miskin, agar mereka bisa lebih meningkat lagi kesejahteraannya tetap menjadi pilihan politik, menjadi salah satu politik fiskal yang kita anut.

menurut saya perekonomian yang terjadi sekarang kurang seimbang , mungkin karena banyak yang KORUPSI kali ya , ya gimana ya nama nya korupsi mungkin udah jadi hobi wakil rakyat makanya susah diberhentiin .